Monday, 15 January 2024

Hukum Gay-Lussac (Hukum Perbandingan Volume)

Ilmuwan Perancis Joseph Louis Gay-Lussac (1778-1850) melakukan eksperimen mereaksikan beberapa gas yang diukur pada suhu dan tekanan yang sama. Berdasarkan eksperimen tersebut, dirumuskanlah Hukum Perbandingan Volume.

Salah satu hipotesis Dalton tentang atom adalah adanya molekul, bahwa molekul merupakan gabungan dari atom-atom. Atom-atom sejenis bergabung membentuk molekul unsur, sedangkan atom-atom yang berbeda membentuk molekul senyawa. Hipotesis tersebut baru terbukti setelah Gay-Lussac menemukan Hukum Perbandingan Volume. Bagaimana bisa terjadi ?

        Berdasarkan percobaan Gay Lusssac didapat bahwa :
        2 satuan volume hidrogen + 1 satuan volume oksigen -> 2 volume uap air
        1 satuan volume hidrogen + 1/2 satuan volume oksigen -> 1 volume uap air
Apabila satuan volume diperkecil hingga menjadi sebuah atom, maka :
        1 atom hidrogen + 1/2 atom oksigen -> 1 volume uap air
Suatu hal yang tidak mungkin, yaitu 1/2 atom, karena atom merupakan bagian terkecil dari unsur, maka satuan terkecil dari gas oksigen yang mungkin adalah molekul yang terdiri dari gabungan 2 atom oksigen, sehingga :
        1 molekul hidrogen + 1/2 molekul oksigen -> 1 molekul air
        (2 atom hidrogen) + (1 atom oksigen) -> (2 atom hidrogen + 1 atom oksigen)
                                        2 molekul                1 molekul                    2 molekul
                                        hidrogen                    oksigen                        uap air

                                        2 H2                +        O2                ->        2 H2O

Contoh Soal :

Pada suhu dan tekanan tertentu, setiap 1 liter gas nitrogen akan tepat habis bereaksi dengan 3 liter gas hidrogen membentuk 2 liter gas amonia. Tentukan rumus molekul amonia !

Pembahasan :
Oleh karena gas hidrogen dan nitrogen merupakan molekul diatomik, maka persamaan reaksinya dapat dituliskan sebagai berikut :

        N2(g) + 3 H2(g) -> 2 NxHy(g)

Jumlah atom-atom sebelum dan sesudah reaksi harus sama, maka dapat dinyatakan sebagai berikut :


Jadi, rumus molekul amonia adalah NH3.

Soal :

1. Jika gas metana dibakar sempurna dengan oksigen, reaksi yang terjadi dapat dinyatakan sebagai berikut :
            CH4(g) + O2(g) -> CO2(g) + H2O(g)
Apabila metana yang dibakar 3 liter, berapa liter gas oksigen yang diperlukan dan berapa liter gas CO2 dan H2O yang dihasilkan jika semua volume diukur pada suhu dan tekanan yang sama ?


2. Gas belerang dioksida direaksikan dengan gas oksigen dengan persamaan reaksi sebagai berikut :
            SO2(g) + O2(g) -> SO3(g)
Apabila volume diukur pada suhu dan tekanan yang sama, maka perbandingan volume gas SO2 : O2 : SO3 adalah...
a. 1 : 1 : 1
b. 1 : 2 : 1
c. 2 : 1 : 1
d. 2 : 1 : 2
e. 3 : 2 : 1


3. Gas propana (C3H8) dibakar sempurna sesuai dengan persamaan reaksi berikut :
C3H8(g) + O2(g) -> CO2(g) + H2O(g)
Untuk membakar sempurna setiap liter gas propana diperlukan gas oksigen sebanyak...
a. 1,0 liter
b. 3,0 liter
c. 3,5 liter
d. 4,0 liter
e. 5.0 liter

4. Setiap 1 liter gas nitrogen tepat habis bereaksi dengan 2,5 liter gas oksigen membentuk 1 liter gas oksida nitrogen. Apabila volume diukur pada suhu dan tekanan yang sama, maka rumus molekul oksida nitrogen tersebut adalah...
a. N2O
b. N2O3
c. N2O5
d. NO
e. NO2




Friday, 5 January 2024

Soal Olimpiade Kimia

Soal OSK Kimia 2019

No. 1
Sebanyak  1,50 g sampel suatu bijih yang mengandung perak dilarutkan. Semua Ag yang larut diubah menjadi 0,124 g Ag2S. Persen massa Ag dalam bijih tersebut adalah...
A. 4,15%
B. 6,41%
C. 7,20%
D. 8,27%
E. 10,8%

No.2
Muscovite adalah salah satu dari mineral mika dengan rumus senyawa KAl2(AlSi3O10)(OH)2. Hasil analisis sejumlah sampel muscovite menunjukkan kadungan Si sebanyak 0,42 g. Massa sampel muscovite yang dianalisis adalah...
A. 4,20 g
B. 2,98 g
C. 1,99 g
D. 1,53 g
E. 1,26 g

No.3
Sebanyak 1,5 ml sampel larutan asam sulfat dari suatu baterai mobil dititrasi dengan 23,7 ml larutan NaOH 1,47 M menggunakan indikator fenolftalein untuk menentukan titik akhir titrasi. Konsentrasi (dalam satuan molaritas) sampel larutan asam sulfat tersebut adalah...
A. 0,36 M
B. 3,15 M
C. 6,30 M
D. 11,6 M
E. 23,2 M

Soal OSP Kimia 2019

No. 1
Sebanyak 1200 kg pupuk urea, CO(NH2)2, disebar secara merata pada 10 hectare tanah (1 hectare = 10.000 m2), maka jumlah (dalam gram) nitrogen yang ditambahkan untuk setiap m2 adalah...
A. 2,8 g
B. 5,6 g
C. 8,4 g
D. 11,2 g
E. 14,0 g

No.2
Pada suhu kamar dan tekanan atomosfer, 1 gram oksigen mengisi ruang dengan volume 0,764 liter, sedangkan 1 gram oksida nitrogen dalam kondisi yang sama mengisi ruang dengan volume 0,266 liter. Berdasarkan data tersebut, maka rumus oksida nitrogen termaksud adalah...
A. NO2
B. NO3
C. NO5
D. N2O4
E. N2O5

Soal OSN-K Kimia 2020

No.1
Massa CaCl2 yang dibutuhkan untuk membuat 500 mL larutan CaCl2 yang konsentrasinya 0,200 M adalah...
A. 0,100 g
B. 0,200 g
C. 5,550 g
D. 11,100 g
E. 22,20 g

No.2
Diantara serial bilangan kuantum berikut, yang menjelaskan orbital 4f adalah...
A. n = 2, l = 0, m = 0
B. n = 3, l = 1, m = -1
C. n = 3, l = 2, m = -1
D. n = 4, l = 2, m = +1
E. n = 4, l = 3, m = +2

No.3
Hasil kali kelarutan MgF2, dalam air murni adalah 7,4 x 10*-11. Kelarutan MgF2 dalam larutan NaF 0,1 M adalah...
A. 7,4 x 10*-9 M
B. 7,4 x 10*-13 M
C. 7,4 x 10*-15 M
D. 2,6 x 10*-4 M
E. 2,6 x 10*-9 M

No.4
Kelarutan molar magnesium hidroksida (Ksp = 8 x 10*-12) dalam suatu larutan penyangga dengan pH = 11 adalah...
A. 1,7 x 10*-4 M
B. 1,0 x 10*-11 M
C. 8,0 x 10*-12 M
D. 8,0 x 10*-9 M
E. 8,0 x 10*-6 M

Soal OSN-K Kimia 2023

No.1
Suatu senyawa non elektrolit dapat larut di dalam air. Sebanyak 5,84 gram senyawa ini ditambahkan air hingga volumenya menjadi 100,0 mL. Larutan ini memiliki massa jenis 1,74 g/ml. Titik beku larutan ini adalah - 0,24^oC. Massa molar senyawa tersebut adalah... g/mol (Kf air = 1,86^oC/molal)
A. 452,6
B. 118,3
C. 269,1
D. 325,4
E. 660,2

No.2
Volume HCl pekat 37% (b/b) dengan massa jenis 1,184 g/ml yang dibutuhkan untuk membuat 200 ml larutan HCl 3,0 M adalah...
A. 25,0 ml
B. 30,0 ml
C. 40,0 ml
D. 50,0 ml
E. 60,0 ml

No.3
Sebanyak 100 ml NaOH 0,20 M dicampur dengan 50 ml HCl 0,35 M. Temperatur awal kedua larutan adalah 25^oC dan naik menjadi 26,5^oC setelah pencampuran. Entalpi reaksi netralisasi per mol H2O yang terbentuk adalah... (kalor jenis larutan = 4,2 J/goC, massa jenis larutan = 1 g/ml)
A. -47,3 kJ
B. -31,5 kJ
C. -25,2 kJ
D. -54,0 kJ
E. -18,0 kJ






Video terkait :
    
    






Thursday, 4 January 2024

Hukum Dalton (Hukum Kelipatan Perbandingan)

Dari dua unsur dapat dibentuk beberapa senyawa dengan perbandingan massa yang berbeda-beda. Misalnya, belerang dengan oksigen dapat membentuk senyawa SO2 dan SO3, sedangkan dari unsur hidrogen dan oksigen dapat dibentuk senyawa H2O dan H2O2.


Dalton menyelidiki perbandingan dari unsur-unsur tersebut pada setiap senyawa dan didapatkan suatu pola keteraturan. "Apabila dua unsur dapat membentuk lebih dari satu senyawa, dan jika untuk massa salah satu unsur tersebut tetap (sama), maka perbandingan massa unsur yang lain dalam senyawa-senyawa tersebut merupakan bilangan bulat dan sederhana."

Pernyataan tersebut selanjutnya disebut dengan Hukum Kelipatan Perbandingan atau Hukum Kelipatan Dalton.


Contoh Soal : 

Nitrogen dan oksigen dapat membentuk senyawa-senyawa N2O, NO, N2O3, dan N2O4 dengan komposisi massa terlihat dalam tabel berikut :

Berdasarkan tabel tersebut, apabila massa N dibuat tetap (sama) sebanyak 7 gram, maka perbandingan massa oksigen di dalam N2O : NO : N2O3 : N2O4 = 4 : 8 : 12 : 16 atau 1 : 2 : 3 : 4


Contoh Soal :
Unsur X dan unsur Y dapat membentuk dua senyawa yang masing-masing mengandung 50% dan 60% unsur X. Tentukan perbandingan massa unsur Y pada X tetap !

Pembahasan :
                X       :     Y
Senyawa I =>    50%     :    50%
                1       :    1
Senyawa II =>   60%     :    40%
                3       :    2
Untuk X tetap berarti harus X harus sama, maka :
                X        :    Y
Senyawa I       3        :    3
Senyawa II      3        :    2
Jadi Y pada senyawa I : Y pada senyawa II adalah 3 : 2

Soal :
1. Unsur A dan B membentuk dua macam senyawa dengan komposisi sebagai berikut :
                Massa A    : Massa B
    Senyawa I    60%       :   40%
    Senyawa II   50%       :   50%
Perbandingan massa A di dalam senyawa I dan II pada massa B yang tetap adalah...
A. 1 : 1
B. 1 : 2
C. 2 : 1
D. 2 : 3
E. 3 : 2

2. Unsur X yang direaksikan dengan unsur Y dapat membentuk senyawa I dan senyawa II. Senyawa I mengandung 30 gram unsur X dan 160 gram unsur Y, sedangkan senyawa II mengandung 90 gram unsur X dan 240 gram unsur Y. Berapakah perbandingan massa unsur Y dalam senyawa I dan II?

3. Ketika unsur A dan B direaksikan, maka akan terbentuk dua macam senyawa. Senyawa I mengandung 40% unsur A dan senyawa II mengandung 25% unsur A. Tentukan perbandingan massa unsur B sehingga mengikuti hukum perbandingan berganda (hukum Dalton)!


Wednesday, 3 January 2024

Hukum Proust (Hukum Perbandingan Tetap)

Pada sekitar tahun 1799, Joseph Luis Poust menemukan bahwa "Perbandingan massa unsur-unsur dalam satu senyawa adalah tertentu dan tetap". Senyawa yang sama meskipun berasal dari sumber yang berbeda atau dibuat dengan cara yang berbeda ternyata mempunyai komposisi yang sama.


Contoh :

Air tersusun dari unsur hidrogen dan unsur oksigen dengan pebandingan massa H : O = 1 : 8, dari mana pun air tersebut berasal dan bagaimana cara air dibentuk. Air dalam keadaan sebagai es atau uap air mengandung unsur hidrogen dan oksigen dengan perbandingan H : O = 1 : 8. Apabila ada senyawa yang tersusun dari unsur hidrogen dan unsur oksigen dengan perbandingan yang berbeda, maka dapat dipastikan bukan air. Misalnya, hidrogen peroksida (zat pemutih rambut atau kain) juga terbentuk dari hidrogen dan oksigen, tetapi perbandingan antara hidrogen dan oksigen adalah 1 : 16.


Contoh soal :

Perbandingan massa unsur oksigen dan hidrogen di dalam air adalah 8 : 1. Jika 100 gram unsur oksigen dan 3 gram unsur hidrogen bergabung membentuk senyawa (air), berapa gram air yang dapat dihasilkan ?

Pembahasan :

Perbandingan massa oksigen dan hidrogen dalam air sebagai berikut :

        massa O : massa H = 8 : 1

Jika semua unsur O habis, diperlukan H = 1/8 x 100 gram = 12,5 gram


Dalam reaksi kimia, tidak mungkin zat yang bereaksi melebihi yang disediakan. Oleh karena hanya tersedia 3 gram unsur hidrogen, tidak mungkin hidrogen yang bereaksi 12,5 gram. Berarti, zat yang habis membentuk senyawa adalah unsur hidrogen bermassa 3 gram.

Jika hidrogen yang membentuk senyawa ada 3 gram, maka oksigen yang diperlukan sebagai berikut :

Massa oksigen = 8/1 x 3 gram = 24 gram

Massa air yang dihasilkan = massa oksigen + massa hidrogen = 24 gram + 3 gram = 27 gram

Oksigen yang tersisa = 100 - 24 = 76 gram

Dalam reaksi kimia dimungkinkan adanya zat yang habis atau tersisa, tetapi tidak mungkin ada zat yang kurang. 


Soal :

1. Di dalam senyawa CaS, perbandingan massa Ca : S = 5 : 4. Jika 10 gram kalsium direaksikan dengan 9 gram serbuk belerang, maka massa CaS yang dihasilkan sebanyak...

A. 9 gram

B. 9,5 gram

C. 10 gram

D. 18 gram

E. 19 gram

2. Banyaknya besi dan belerang yang diperlukan untuk menghasilkan 4,4 gram FeS jika diketahui perbandingan massa Fe : S = 7 : 4 adalah...

A. 4,0 gram dam 0,4 gram

B. 3,7 gram dam 0,7 gram

C. 2,8 gram dan 1,6 gram

D. 3,0 gram dan 1,4 gram

E. 3,2 gram dan 1,2 gram

3. Senyawa besi sulfida tersusun dari unsur besi (Fe) dan unsur belerang (S) dengan perbandingan massa Fe : S = 7 : 4. Jika 15 gram besi dan 2 gram belerang dibentuk menjadi senyawa besi sulfida, berapa gram massa besi sulfida yang dapat terbentuk ?

4. Diketahui, besi (Fe) dan belerang (S) yang menyusun senyawa besi sulfida (FeS) memiliki perbandingan massa sebanyak 7:4. Diperlukan 28 gram besi (Fe) untuk menyusun senyawa besi sulfida (FeS) tanpa ada sisa reaktan, maka hitunglah massa belerang (S) yang diperlukan?

Tuesday, 31 October 2023

Soal Kimia Hijau

Pilihan Ganda 

1. Proses kimia yang baik, bermanfaat dan aman bagi lingkungan sekitar disebut...

a. oksidasi

b. ekstraksi

c. kimia hijau

d. perengkahan

e. global warming

2. Berikut ini yang bukan merupakan manfaat reaksi kimia hijau adalah...

a. Produk yang lebih aman

b. Penggunaan energi yang efisien

c. Berkurangnya limbah produksi

d. Meminimalisasi tingkat kecelakaan

e. Perlindungan terhadap kesehatan manusia dan lingkungan

3. Salah satu pokok bahasan yang terdapat pada prinsip kimia hijau adalah....

a. Penggunaan bahan baku komersial

b. Pemanfaatan bahan kimia yang berasal dari alam

c. Menambah wawasan pelestarian lingkungan melalui prinsip kimia hijau

d. Mengurangi penggunaan bahan kimia sintetis yang berbahaya terhadap lingkungan

e. Cara untuk mengurangi dampak dari produksi bahan-bahan kimia terhadap lingkungan dan kesehatan manusia 

4. Pentingnya menerapkan kimia hijau dalam kehidupan adalah...

a. Mengikuti tren masa kini

b. Agar makhluk hidup tidak punah

c. Membuat lingkungan terhindari dari bahaya zat kimia

d. Untuk menghasilkan gas CO2 yang lebih banyak agar dapat digunakan tumbuhan fotosintesis

e. Agar bahan bakar fosil cepat habis sehingga dapat menggunakan bahan bakar alternatif

5. Perhatikan pernyataan berikut :

(i) mencegah timbulnya limbah dalam proses 

(ii) mendesain produk bahan kimia sesuai kebutuhan

(iii) mendesain bahan kimia yang mudah terdegradasi

(iv) mendesain proses sintesis yang aman

(v) mengurangi efisiensi energi dalam reaksi

Pernyataan di atas yang merupakan prinsip kimia hijau menurut Anastas dan Warner ditunjukkan oleh...

a. (i), (ii) dan (iii)

b. (i), (iii) dan (iv)

c. (ii), (iii) dan (iv)

d. (ii), (iv) dan (v)

e. (iii), (iv) dan (v)

6. Perhatikan perilaku-perilaku berikut :

(i) menggunakan bahan kimia sesuai keinginan

(ii) membuang bahan kimia pada tempatnya

(iii) menyimpan bahan kimia dengan cara yang benar

(iv) mengganti bahan kimia berbahaya dengan bahan alam yang lebih ramah lingkungan

(v) menggunakan bahan kimia yang sulit terurai karena tahan lama

Perilaku yang merupakan wujud kontribusi terhadap prinsip kimia hijau ditunjukkan oleh nomor...

a. (i), (ii) dan (iii)

b. (i), (iii) dan (iv)

c. (ii), (iii) dan (iv)

d. (ii), (iv) dan (v)

e. (iii), (iv) dan (v)

7. "Transformasi kimia untuk meminimalkan produksi limbah berbahaya merupakan langkah pertama yang penting dalam pencegahan polusi" merupakan tujuan dari prinsip kimia....

a. Mencegah limbah

b. Memaksimalkan nilai ekonomi suatu atom

c. Sintesis kimia yang bahayanya sedikit

d. Mengurangi bahan turunan kimia

e. Mendesain proses yang melibatkan bahan kimia yang aman

8. Tujuan dari memaksimalkan nilai ekonomi suatu atom adalah...

a. Mendesain reaksi kimia dan rute sintesis yang aman

b. Mengurangi tahapan reaksi, tambahan bahan kimia dan produksi limbah.

c. Memudahkan bahan kimia terdegradasi dan tidak terakumulasi di lingkungan

d. Mengurangi limbah ada level molekul dengan memaksimalkan jumlah atom dari semua pereaksi menjadi produk akhir

e. Meningkatkan selektivitas, mengurangi limbah, waktu reaksi dan energi dalam suatu reaksi.

9. Berikut ini merupakan agenda pembangunan berkelanjutan 2030 yang dicanangkan oleh PBB :

(i) menghapus kemiskinan

(ii) air bersih dan sanitasi layak

(iii) energi bersih dan terjangkau

(iv) kehidupan sehat dan sejahtera

(v) kemitraan untuk mencapai tujuan

Agenda yang terintegrasi dengan prinsip kimia hijau ditunjukkan nomor ...

a. (i), (ii) dan (iii)

b. (i), (iii) dan (iv)

c. (ii), (iii) dan (iv)

d. (ii), (iv) dan (v)

e. (iii), (iv) dan (v)

10. Berikut ini yang bukan upaya mitigasi dan adaptasi untuk menghadapi dampak pemanasan global adalah....

a. Taman Biologi Biopark

b. Ecological Sanitation (Ecosan)

c. Waste Water Garden

d. Enviromental chemistry

e. Green technology


Uraian

1. Sebutkan wujud perilaku yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sesuai prinsip kimia hijau !

2. Mengapa prinsip kimia hijau sangat memberikan kontribusi terhadap pelestarian lingkungan ?

3. Sebutkan contoh penerapan prinsip kimia "Mendesain proses yang melibatkan bahan kimia yang aman" !





Thursday, 2 February 2023

Kesetimbangan Ion dalam Larutan Garam

Senyawa asam dan basa yang direaksikan akan menghasilkan garam. Pelarutan garam dalam air akan menyebabkan ion-ion penyusunnya terurai. Hasil pelarutan garam ini dapat bersifat asam, basa, atau bahkan netral, tergantung pada sifat-sifat ionnya. Pelarutan garam dapat mempengaruhi keadaan kesetimbangan ionisasi air. Kesetimbangan air dengan ion-ionnya dapat dituliskan dalam persamaan sebagai berikut :


Hidrolisis berasal dari kata hidro yang berarti air dan lisis yang berarti penguraian. Hidrolisis merupakan istilah umum yang diberikan untuk reaksi suatu zat dengan air. Ion-ion yang berasal dari asam lemah atau ion-ion yang berasal dari basa lemah akan bereaksi dengan air. Reaksi suatu ion dengan air inilah yang disebut hidrolisis.

Pengelompokan Garam dan Penentuan pH Hidrolisis

1. Garam yang berasal dari asam kuat dan basa kuat
Garam yang berasal dari asam kuat dan basa kuat tidak mengalami hidrolisis, sehingga pH larutan sama dengan air yaitu pH = 7 atau netral. Garam jenis ini antara lain NaCl, KCl dan Na2SO4. Sebagai contoh perhatikan reaksi disosiasi pada NaCl berikut ini :

2. Garam yang berasal dari asam kuat dan basa lemah
Garam yang berasal dari asam kuat dan basa lemah mengalami hidrolisis parsial atau sebagian. Hidrolisis jenis ini menghasilkan ion H+, sehingga bersifat asam (pH < 7)


3. Garam yang berasal dari basa kuat dan asam lemah
Garam yang berasal dari basa kuat dan asam lemah mengalami hidrolisis parsial atau sebagian. Hidrolisis yang terjadi menghasilkan ion OH-, sehingga garam jenis ini bersifat basa (pH > 7).


4. Garam yang berasal dari basa lemah dan asam lemah
Garam yang berasal dari basa lemah dan asam lemah mengalami hidrolisis total. Kedua komponen garam yang terhidrolisis menghasilkan ion H+ dan ion OH-. Garam jenis ini dapat bersifat asam, basa atau bahkan netral tergantung harga Ka dan Kb.


Thursday, 12 January 2023

Hukum Kekekalan Massa

Pada tahun 1700-an, Antoine Laurent Lavoisier (1743-1794), ilmuwan Perancis telah melakukan penelitian dalam rangka mempertanyakan teori flogiston. Dalam percobaan, diamati proses reaksi antara raksa atau merkuri (logam cair putih mengilap) dengan oksigen (pada ruang tertutup) membentuk merkuri oksida (berwarna merah).

Berdasarkan hasil eksperimen, Lavoisier berhasil membuktikan bahwa pertambahan massa raksa tersebut sama dengan massa oksigen yang bereaksi dengan raksa membentuk merkuri oksida. Sehingga ditetapkan Hukum Kekekalan Massa atau dikenal dengan Hukum Lavoisier, yang menyatakan bahwa :

“Massa zat-zat sebelum reaksi sama dengan massa zat-zat sesudah reaksi”


Contoh Soal :

Logam magnesium bermassa 4 gram dibakar dengan oksigenakan menghasilkan magnesium oksida. Jika massa oksigen yang digunakan 6 gram, berapa gram massa magnesium oksida yang dihasilkan ?

Pembahasan :

Massa zat-zat sebelum reaksi = massa zat-zat hasil reaksi

massa magnesium oksida = massa magnesium + massa oksigen = 4 gram + 6 gram = 10 gram


Soal :

1.     Terdapat 12 gram magnesium yang bereaksi dengan 16 gram belerang, maka berapa jumlah magnesium sulfida yang dihasilkan ? tuliskan persamaan reaksinya !

2.     Terdapat 28 gram kalsium oksida yang bereaksi dengan 22 gram karbon dioksida. Berapa gram yang dihasilkan dari reaksi ini? Senyawa apa yang dihasilkan dari reaksi ini ?

3.     Sebanyak 31,75 gram logam tembaga (I) direaksikan dengan 8 gram gas oksigen di dalam wadah yang tertutup membentuk tembaga (II) oksida : 2 Cu(s) + O2(g) à 2 CuO(s). Berapa jumlah massa zat yang yang dihasilkan ?

4.     Pada pembakaran magnesium yang dilakukan di udara akan dihasilkan zat magnesium oksida. Apabila magnesium yang dibakar sebanyak 0,098 gram menghasilkan 0,162 gram MgO (magnesium oksida). Berapa jumlah massa gas oksigen yang digunakan dalam reaksi tersebut ?

5.     Sebanyak 100 gram batu kapur (CaCO3) dipanggang di dalam tungku, dan ternyata terbentuk 56 gram kapur tohor (CaO) dan gas karbondioksida. Tuliskan persamaan reaksinya serta tentukan berapa gram gas CO2 yang keluar dari tungku tersebut !

6.     Diketahui sebuah karbon dibakar dengan oksigen yang mempunyai massa 30 gram. Pada akhir reaksi, masih bersisa karbon dengan massa 4 gram. Hasil pembakaran tersebut, menghasilkan karbon monoksida dengan jumlah massa 58 gram. Hitunglah berapa massa karbon pada awalnya ?

7.     Diketahui sebuah reaksi antara gas nitrogen dan hidrogen yaitu sebagai berikut :

N2 (g) + 3 H2 (g) à 2 NH3 (g)

Gas nitrogen yang mempunyai massa 10 gram bereaksi secara sempurna dengan gas hidrogen dengan massa sejumlah X. Reaksi tersebut kemudian menghasilkan ammonia yang memiliki massa berjumlah 18 gram. Berapakah jumlah massa gas hidrogen pada awal reaksi ?

8.     Sebanyak 10 gram belerang direaksikan dengan 10 gram oksigen sehingga membentuk gas belerang dioksida. Apabila reaksi berlangsung secara sempurna maka massa belerang dioksida yang dihasilkan ialah…

9.     Perhatikan persamaan reaksi dibawah ini :

SO2(g) + O2(g) à SO3(g)

Agar reaksi diatas sesuai dengan hukum kekekalan massa, maka koefisien SO2 dan SO3 secara berturut – turut adalah….

10. Sejumlah logam besi dipijarkan dengan 6,4 gram belerang menghasilkan 17,6 gram senyawa besi (II) sulfide. Berapa gram logam besi yang telah bereaksi ?

Soal Pereaksi Pembatas 2

1.  Logam timbal (Pb) yang massanya 20,7 gram direaksikan dengan 10 gram oksigen dan membentuk timbal(IV) oksida  ( PbO 2 ​ )  dengan reaksi...